freedom

Jumat, 07 November 2014

MAU TAHU:Kenapa Nasi Padang Isinya Lebih Banyak Kalau Dibungkus ?




Sudah banyak pertanyaan dan jawaban tentang kenapa kalau kita beli nasi padang dengan dibungkus isinya jauh lebih banyak daripada kalau kita makan ditempat?


Jawaban paling populer adalah karena dengan dibungkus, si penjual tidak perlu repot mencuci piring dan mengurangi biaya sabun cuci.


Jawaban yang logis, tapi cenderung dipaksakan. Dibandingkan dengan biaya sabun, kalau dihitung-hitung, biaya nasi lebih jauh lebih besar. Ini tentu bertentangan dengan apa yang diketahui oleh masyrakat umum kalo orang padang itu perhitungan (baca: pelit) . Jawaban seperti diatas tidak lebih jawaban ngeles dari si penjual karena mereka ngga tau sejarah asal muasal dari pertanyaan di atas. Oh iya, anda tidak salah baca. Ada sejarah dibalik kenapa kalau beli nasi padang isinya lebih banyak daripada makan ditempat, dan sejarah ini berawal sejak jaman penjajahan Belanda.

Baiklah, mari kita mulai saja pembahasannya:

Di Sumatera Barat dan sekitarnya (termasuk Pekanbaru), rumah makan disana tidaklah disebut dengan Rumah Makan Padang, melainkan RM Ampera. Jamak ditemui rumah makan disana diawali oleh kata Ampera kemudian barulah disusul dengan nama RM itu sendiri. Misal, RM Ampera Beringin, RM Ampera Siti Nurbaya, dll. Ampera sendiri adalah kepanjangan dari amanat penderitaan rakyat. Diakhir pembahasan ini akan ditemukan asal muasal kenapa mereka menggunakan nama Ampera disini. Memang ada jenis yang lain yaitu RM Kapau, tp kita lewati saja dulu, mungkin nanti akan gw bahas tersendiri.

Kembali ke RM Padang tadi. Di masa penjajahan dulu, RM Padang termasuk RM yg ekslusif, hanya kaum penjajah dan para saudagar kaya saja yang bisa menikmati lezatnya rendang, gulai tunjang, kepala ikan kakap, dendeng lombok & dendeng kariang, dan kawan-kawan . Kenapa bisa demikian? Yah, dimasa penjajahan, daging dan beras termasuk komoditi mahal yg rakyat tidak selalu dapat membeli. Oleh karena itulah, harga makanan padang menjadi mahal dan seperti yg udah gw sebut diatas, hanya para penjajah dan saudagar kaya yg bisa menikmatinya.


Dan disinilah sejarah itu dimulai, kenapa kalau beli nasi padang, isinya lebih bayak dibungkus daripada makan ditempat. Para pengusaha RM Padang (pastinya orang minang asli) sadar bahwa saudara-saudaranya juga layak untuk menikmati makanan enak, terlebih lagi makanan khas daerah mereka sendiri. Lebih jauh lagi, mereka para pengusaha ini juga sadar, banyak dari saudara mereka bekerja sebagai buruh kasar untuk para penjajah dan saudagar kaya yang makan di RM mereka, dan saudara mereka ini membutuhkan tenaga dan gizi yg cukup untuk tetap selalu sehat dan bekerja menafkahi keluarga mereka masing-masing.

Entah siapa yang memulai, di suatu waktu, para pengusaha RM ini memberlakukan peraturan baru. Jumlah nasi yang dibeli dengan dibungkus isinya akan jauh lebih banyak daripada makan ditempat. Biaya makan ditempat dibebankan kepada para penjajah dan para saudagar kaya dan biaya makan dibungkus untuk para buruh dan para pribumi lain. Inilah yang dijaman modern disebut subsidi silang. Kebijakan ini oleh para pengusaha disebut dengan Ampera alias Amanat Penderitaan Rakyat. Inilah asalnya kenapa RM Padang di Sumatera Barat sana disebut dengan RM Ampera. Spirit Ampera ini seperti yang kita lihat, masih terbawa sampai detik ini bahkan sudah menyebar diseluruh Indonesia. Tentu saja, nyaris tidak ada tempat di Indonesia ini dimana daerahnya tidak ada RM Padang. Semua pelosok ada. Semoga spirit Ampera ini terus ada sampai akhir jaman.


Nah, itulah alasan kenapa Jumlah nasi yang dibeli dengan dibungkus isinya akan jauh lebih banyak daripada makan ditempat. Darimana gw tau? Ini adalah penuturan dari salah satu pengusaha RM Padang yang kebetulan tetangga gw di Padang sana. Ada yg tau RM Beringin di kawasan Tabing kota Padang? Tentu, postingan ini bukan official, jadi masih bisa diperdebatkan kebenarannya. Tapi terlepas dari apakah ini hoax atau real, semoga kita bisa mengambil hikmahnya.


Artikel d atas copy dari (ceriwis ) gusnan << cmn ada yg sy edit dikit . hehe

Senin, 06 Oktober 2014

7 Ciri-ciri Mereka yang Mempunyai Kecerdasan Emosional yang Tinggi



7 Ciri-ciri Mereka yang Mempunyai Kecerdasan Emosional yang Tinggi



Akhir-akhir ini, kita semakin sadar bahwa kecerdasan emosional ini sangat penting bagi tiap individu dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan mereka, baik di tempat kerja, pergaulan hingga kehidupan keluarga. Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu anda dalam bersikap praktis ketika di hadapkan pada suatu permasalahan. Untuk itu, kali ini saya akan sharingkan apa saja ciri-ciri mereka yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi. Harapannya, hal ini akan menjadi referensi kita bersama untuk kehidupan kita yang lebih bermanfaat dan bahagia kedepannya.
1. Fokus pada Hal-hal yang Positif
Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar bahwa percuma saja berlarut-larut dengan masalah. Fokus pada masalah tidak akan pernah membawa solusi, sebaliknya bersikap positif dalam menyikapi masalah akan membawa anda pada solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan anda.
2. Mereka yang Berpikiran Positif akan Berkumpul dengan Mereka yang Berpikir Positif Pula
Orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan berkumpul bersama mereka yang suka mengeluh dan mengumpat. Mendengarkan keluh kesah dari mereka yang suka berpikir negatif hanya akan membawa menghabiskan energi kita pada hal yang percuma. Sebaliknya, berkumpul dengan orang yang memiliki pikiran positif dan penuh semangat akan membuat kita tertular juga. Dan inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan emosional anda juga.
3. Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi selalu Assertive
Assertive adalah sebuah sikap tegas dalam mengemukakan suatu pendapat, tanpa harus melukai perasaan lawan bicaranya. Orang yang assertive sangat tahu betul kapan mereka harus bicara, kapan mereka harus mengemukakan suatu pendapat dan bagaimana cara yang tepat untuk memberikan sebuah solusi tanpa harus menggurui. Dan yang pasti mereka yang memiliki sikap assertive selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bicara.

4. Mereka adalah Visioner yang siap Melupakan Kegagalan di Masa Lalu
Orang-orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan sibuk memikirkan apa yang akan dilakukannya di masa depan dan segera melupakan kegagalan di masa lalu. Baginya kegagalan di masa lalu adalah sebuah pelajaran yang penting diambil untuk mengambil langkah yang lebih mantab di masa yang akan datang.
5. Mereka Tahu Cara Membuat Hidup Lebih Bahagia dan Bermakna
Dimanapun mereka berada, apakah itu di tempat kerja, di rumah ataupun berkumpul dengan teman-teman, orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan membawa kebahagiaan bagi sesamanya. Terkadang arti bahagia bagi mereka tidak harus sebuah kekayaan. Bersyukur akan nikmat yang didapat hari ini dan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongannya akan membuat mereka merasa bahagia dan bermakna.
6. Mereka Tahu Bagaimana Mengeluarkan Energi Mereka secara Bijak
Mereka yang dikaruniai kecerdasan emosional tinggi, tahu bagaimana memanfaatkan energi mereka dengan bijak. Mereka tidak akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang percuma saja. Mereka akan fokus pada tindakan-tindakan yang akan membawa manfaat bagi sesamanya.
7. Terus Belajar dan Berkembang
Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar, bahwa apa yang ia ketahui saat ini masih belumlah apa-apa. Baginya, belajar bukanlah 12 tahun wajib belajar dan 4 tahun kuliah. Wajib belajar adalah seumur hidup. Mereka selalu terbuka akan hal-hal baru dan berani mencoba berbagai macam tantangan yang akan membuat mereka berkembang. Kritik dan saran dari orang lain akan dijadikan sebagai referensi baru dalam mengambil langkah dan keputusan di masa yang akan datang.
“It isn’t stress that makes us fall – it;s how we respond to stressful events.” – Wayde Goodall

Senin, 08 September 2014

Las TIG

Gas Tungsten Arc Welding (GTAW), juga dikenal sebagai Tungsten Inert Gas (TIG) welding, adalah proses las yang menggunaka elektroda tungsten noonconsumable untuk menghasilkan lasan. daerah las dilindungi dari kontaminasi atmosfir oleh gas pelindung (bisanya suatu gas pelindung seperti argon and helium), di indonesia sendiri proses las ini lebih terkenal dengan las argon karena pada umumnya gas pelindung yang dipakai adalah argon.
Saya sendiri lebih senang dengan proses las ini dibandingkan dengan proses las yang lain, karena seorang welder TIG benar-benar dituntut mengembangkan seni pengelasannya lewat las ini, menurut saya proses las ini benar-benar seni las yang sesungguhnya, Ada beberapa part dari TIG torch diantaranta adalah Back cap, collet, body collet, ceramic, tungsten, dan tentunya torch itu sendiri, tapi untuk beberapa pengelasan yang kritikal seperti tube boiler umumnya part seperti body collet dan ceraimic diganti dengan gas lens dan ceramic gas lens dikarenaka pekerjaan pengelasan ini membutuhkan proteksi lebih. las TIG mengharuskan juru las menggunakan dua tangan  untuk memegang torchdan juga filler rod.
GTAW dapat menggunakan arus searah positif, negatif arus searah atau arus bolak, tergantung pada listrik mengatur. Sebuah negatif arus searah dari elektroda menyebabkan aliran elektron untuk berbenturan dengan permukaan, menghasilkan sejumlah besar panas pada daerah lasan. Ini menciptakan lasan, dalam sempit. Dalam proses kebalikannya dimana elektroda dihubungkan ke terminal catu daya positif, aliran ion yang bermuatan positif dari bagian yang sedang dilas ke ujung elektroda sebaliknya, sehingga tindakan pemanasan elektron sebagian besar pada elektroda. Cara ini juga membantu menghilangkan lapisan oksida dari permukaan daerah yang akan dilas, yang baik untuk logam seperti aluminium atau magnesium. dangkal A, pengelasan luas dihasilkan dari mode ini, dengan masukan panas minimum. Alternating current memberikan kombinasi mode negatif dan positif, memberikan efek membersihkan dan mengajarkan banyak panas juga. 
 GTAW umumnya menghasilkan sangat sedikit percikan atau tetesan logam bila dilakukan dengan benar. 

Sangat penting bahwa juru las memakai pakaian pelindung yang sesuai, termasuk sarung tangan kulit, kemeja kerah tertutup untuk melindungi leher (terutama tenggorokan), jaket pelindung lengan panjang dan helm las yang tepat untuk mencegah kerusakan retina atau ultraviolet membakar untuk kornea, sering disebut mata busur. Bayangan lensa las akan tergantung pada arus listrik pengelasan arus. Karena tidak adanya asap di GTAW, busur muncul terang dari logam las busur terlindung dan radiasi ultraviolet lebih banyak diproduksi. Paparan kulit yang terbuka dekat busur GTAW bahkan untuk beberapa detik dapat menyebabkan sengatan matahari menyakitkan. Sebagai tambahan, elektroda tungsten dipanaskan ke keadaan panas putih seperti filamen bola lampu, menambahkan sangat untuk memancarkan cahaya total dan energi panas. tirai pengelasan Transparan, terbuat dari film plastik polivinil klorida, dicelup dalam rangka untuk memblokir radiasi UV, sering digunakan untuk melindungi personil terdekat dari eksposur.
 

Tukang las juga sering terkena gas berbahaya dan partikel. Perisai dapat menggantikan gas oksigen dan menyebabkan sesak napas, dan sementara asap tidak diproduksi, busur di GTAW menghasilkan sinar ultraviolet yang sangat pendek panjang gelombang, yang menyebabkan sekitar udara untuk memecah dan membentuk ozon. Logam akan menguap dan logam berat dapat dibawa ke dalam paru-paru. Demikian pula, panas dapat menyebabkan asap beracun untuk membentuk dari pembersihan dan degreasing bahan. Sebagai contoh produk diklorinasi akan memecah memproduksi fosgena beracun. Membersihkan operasi menggunakan agen ini tidak boleh dilakukan dekat lokasi pengelasan, dan ventilasi yang tepat diperlukan untuk melindungi juru las.Sedangkan industri penerbangan adalah salah satu pengguna utama gas tungsten arc welding, proses ini digunakan di beberapa daerah lain. Banyak industri menggunakan GTAW untuk pengelasan benda kerja tipis, terutama logam nonferrous. Hal ini digunakan secara luas dalam pembuatan kendaraan ruang, dan juga sering digunakan untuk pengelasan diameter kecil, tipis-dinding tabung seperti yang digunakan dalam industri sepeda. Selain itu, GTAW sering digunakan untuk membuat root pada pipa berdiameter besar namun sering juga digunakan untuk full welding root, filler, dan capping.
demikian sedikit tentang las GTAW/TIG semoga bermanfaat.
dari blog  > http://simplywelding.blogspot.kr/2013/03/gas-tungsten-arc-welding-gtaw-juga.html

Sabtu, 16 Agustus 2014

Wisata kelas dunia ada semua d Sumatra Barat

Sumatera Barat (Sumbar) merupakan salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Alasannya jelas, Sumbar memiliki alam yang mengundang decak kagum, sejarah yang terawat dan budaya yang unik serta wahana wisata modern, sehingga menjadi magnet bagi wisatawan.






link referensi :
-http://javabackpacker.blogspot.kr/2011/12/ultimate-indonesia-surfing-spots-at.html?m=0#axzz3AdXK94aF
- http://rmbtourcreator.wordpress.com/profil-kami/beberapa-objek-wisata-terbaik-di-sumatera-barat/
- http://ekkycroll.wordpress.com/2012/11/30/amazing-harau-valley/
- http://pekanbaru.tribunnews.com/2011/11/11/15-tempat-wisata-terindah-di-sumatera-barat

Selasa, 05 Agustus 2014

Wawancara dengan Rokhmat S. Labib Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia

Rakyat Bakal Kecewa Lagi
Wawancara dengan Rokhmat S. Labib
Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia
Pengantar Redaksi:
Pileg maupun Pilpres telah usai. Anggota parlemen baru dan presiden baru telah terpilih. Rakyat negeri ini tentu banyak berharap kepada para wakil rakyat maupun presiden yang baru. Padahal pada faktanya, meski negeri ini telah berkali-kali menyelenggarakan Pemilu dan berkali-kali pula berganti presiden, negeri ini tetap tak berubah. Kemiskinan tetap ada, bahkan makin banyak. Korupsi tetap terjadi, bahkan makin menjadi-jadi. Utang luar negeri tetap besar, bahkan makin bertambah. Pengangguran tetap tinggi, bahkan makin sulit diatasi. Kriminalitas tetap merajalela, bahkan makin liar dan mengerikan. Kerusakan moral tetap berlangsung, bahkan makin tak terbendung. Kekayaan tetap dikuasai pihak asing, bahkan dalam kadar yang luar biasa.
Alhasil, tak ada hubungannya Pemilu (Pileg maupun Pilpres) dengan perubahan ke arah yang lebih baik. Umat pun kembali bakal kecewa. Setidaknya, itulah pandangan Ustadz Rokhmat S. Labib, Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia, yang disampaikan kepada Redaksi kali ini. Berikut wawancara lengkapnya.
>> Pemilu, baik legislatif maupun presiden, sudah selesai. Menurut Ustadz, apakah akan ada perubahan setelah pergantian rezim?
Tidak ada. Kalaupun ada, perubahan yang tidak siginifikan. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan sebelum Pemilu, bahkan bisa jadi lebih buruk. Menurut saya, aneh jika masih ada orang yang berharap perubahan pada Pemilu. Pemilu kali ini bukanlah yang pertama. Sejak merdeka, Pemilu kali ini sudah kesebelas kalinya. Sebagaimana kita lihat, tidak ada perubahan berarti.
>> Mengapa bisa begitu?
Karena Pemilu memang hanya kompetisi untuk berebut menjadi rezim berkuasa, bukan untuk mengubah sistem yang ada. Jadi, kalau ada perubahan pasca Pemilu, itu hanyalah semata pergantian rezim. Tak akan ada perubahan mendasar. Sama sekali tak menyentuh akar masalah.
>> Apa akar masalahnya?
Akar masalahnya adalah sistem yang diterapkan. Rezim korup dan bobrok memang masalah. Namun, itu bukan satu-satunya. Jika diteliti lebih dalam, munculnya masalah tersebut tidak bisa dilepaskan dari sistem yang rusak.
Karena itu, persoalan pertama yang harus diselesaikan adalah sistemnya. Sistem yang rusak hanya akan memproduksi kerusakan. Menegakkan sistem yang zalim dan tidak adil sama dengan menegakkan kezaliman dan ketidakadilan.
Karena itu jangan heran, meskipun rezim yang berkuasa telah berganti berkali-kali, semuanya gagal membuat negeri ini menjadi lebih baik, malah makin terpuruk.
>> Sistem apa yang dimaksud?
Sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi liberal yang berpangkal pada ideologi Kapitalisme-sekular. Sebenarnya sudah banyak kritik terhadap sistem ini. Siapa pun tahu, kompetisi dalam demokrasi membutuhkan dana amat besar. Akibatnya, hanya para pemilik modal besar atau yang didukung oleh pemilik modal besar yang dapat bertarung dan memenangkan pertarungan. Jadi, jangan heran jika demokrasi yang didengungkan oleh rakyat pada faktanya dikangkangi oleh para pemilik modal dan berpihak pada kepentingan mereka.
Demikian juga sistem ekonomi liberal yang doktrin utamanya adalah kebebasan kepemilikan dan mekanisme pasar. Sebagaimana dalam dunia politik, persaingan bebas dalam ekonomi juga akan menjadikan para pemilik modal besar tampil sebagai pemenangnya. Kekuasaan mereka dalam ekonomi semakin besar tatkala semua sektor ekonomi, kecuali hanya sedikit, boleh dikuasai oleh swasta. Akibatnya, perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak dan tambang-tambang yang depositnya melimpah dikuasai korporasi. Lebih ironis lagi, korporasi asing mendominasi dalam berbagai sektor vital dan strategis tersebut.
Oleh karena itu, jika rezim hasil Pemilu tetap konsisten dengan sistem ini, jangan harap ada perubahan menjadi lebih baik.
>> Bukankah dalam kampanye mereka menginginkan perubahan?
Perubahan yang mereka inginkan hanya asesoris. Itu pun berhenti sebatas slogan. Tak ada satu pun di antara mereka yang akan melakukan perubahan sistem. Mereka malah berlomba-lomba menunjukkan diri mereka calon pemimpin yang konsisten dengan demokrasi dan sistem ekonomi liberal.
Sikap itu tentu sangat aneh. Apakah mereka tidak belajar dari kegagalan rezim-rezim sebelumnya. Jika semua rezim sebelumnya telah terbukti gagal dengan sistem demokrasi dan ekonomi liberal, mengapa mereka tetap mengambil jalan yang sama dengan rezim-rezim sebelumnya.
Oleh karena itu, dapat dipastikan rakyat akan kembali menelan kekecewaan untuk kesekian kalinya. Janji-janji manis yang diobral saat kampanye akan menjadi ‘angin surga’ yang sulit, bahkan mustahil direalisasikan.
>> Mengapa begitu?
Bagaimana bisa mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya, sementara sistem yang diterapkan hanya akan membuat kekayaan alam dikuasai segelintir orang? Bagaimana bisa keadaan menjadi lebih baik jika sistem yang diterapkan justru melempangkan jalan bagi penjajahan?
Keadaan ini kian diperparah dengan penguasa yang hanya sibuk memikirkan pengembalian modal politik yang telah dikeluarkan plus keuntungannya yang berlipat-lipat. Rakyat hanya diingat saat pemungutan suara.
Patut juga saya tegaskan, seandainya mereka dapat merealisasikan janjinya—ini hanya seandainya—tidak akan membuat rakyat menjadi tenteram lahir-batin.
>> Mengapa?
Karena dalam Surat Thaha ayat 123 Allah SWT telah menegaskan: Wa man a’radha ‘an dzikrî fa inna lahu ma’îsyatan dzanka. Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan: Siapa pun yang menyelisih perintah-Ku dan apa yang Aku Tu-runkan kepada para rasul-Ku, berpaling darinya, melupakannya, dan mengambil selainnya sebagai petunjuknya maka bagi dia peghidupan yang sempit di dunia. Kata Ibnu Katsir, tidak ada ketenteraman bagi dia, tidak ada kelapangan di dadanya. Bahkan dadanya terasa sempit karena kesesatannya meskipun secara lahiriah terlihat nikmat; berpakaian dan makan apa pun yang dia inginkan serta tinggal di mana pun dia suka. Hatinya tak akan sampai pada keyakinan dan petunjuk. Hatinya akan merasa gelisah tak menentu dan penuh keraguan. Hatinya selalu diliputi sangsi dan kebimbangan. Menurut Ibnu Katsir, inilah ma’îsyatan dhanka, penghidupan yang sempit itu.
Yang lebih penting lagi, bukan hanya menderita di dunia. Ketika berpaling dari syariah-Nya, azab di akhirat jauh lebih dahsyat akan diterima.
>> Apakah itu sudah disuarakan oleh Hizbut Tahrir sebelum Pemilu?
Tentu. Bukan hanya menjelang Pemilu. Perubahan sistem selalu disuarakan oleh Hizbut Tahrir. Itu pula yang diperjuangkan. Hizbut Tahrir senantiasa mengingatkan bahwa sumber masalah di negeri Islam, bahkan di seluruh dunia ini, adalah pemberlakuan Kapitalisme dan semua sistem lain produk hawa nafsu manusia.
Khusus menjelang Pemilu Presiden, Hizbut Tahrir mengadakah Konferensi Islam dan Peradaban di 70 kota. Tema yang diangkat adalah “Indonesia Milik Allah: Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem ekonomi Liberal”. Dalam konferensi itu kita membongkar kerusakan sistem dari Barat tersebut.
Kita juga menerbitkan nasyrah khusus yang menjelaskan hukum syariah tentang Pemilu Presiden. Selain disebarkan secara masif, tema nasyrah tersebut juga dijadikan sebagai bahan diskusi, seminar, tabligh akbar, khutbah Jumat, kontak dan lain-lain.
>> Bisa diterangkan secara singkat isinya?
Dalam nasyrah tersebut dijelaskan bahwa Pemilu Presiden (Pilpres) berbeda dengan Pemilu Legislatif (Pileg). Jika pada Pileg berkaitan dengan wakalah, Pilpres berkaitan dengan pengangkatan hâkim atau penguasa. Dalam hal ini, ada dua perkara penting yang harus dilihat. Pertama: perkara yang berkaitan dengan syarat sah seseorang untuk menjadi penguasa. Kedua: perkara yang menyangkut sistem yang akan diterapkan.
>> Apa syarat sah yang harus dipenuhi oleh seseorang bisa menjadi kepala negara?
Ada tujuh syarat yakni: Islam, laki-laki, balig, berakal, merdeka (bukan budak), adil (tidak fasik) dan mampu memikul tugas-tugas dan tanggung jawab kepala negara. Jika syarat itu tak terpenuhi, seseorang tak layak menjadi kepala negara.
>> Yang berkaitan dengan sistem yang diterapkan?
Sistem yang wajib diterapkan adalah sistem Islam. Inilah yang harus ditegaskan oleh calon pemimpin itu kepada rakyat. Ia harus meyakinkan bahwa sistem yang akan diterapkan adalah Islam. Jika berani dia menjanjikan penerapan syariah Islam secara terbuka tanpa tedeng aling-aling dan berbelit-belit, rakyat boleh memilih dia.
Perlu diingat, di antara hukum Islam yang wajib diimplementasikan adalah menegakkan sistem Khilafah, menyatukan negeri-negeri Islam di bawah Khilafah, membebaskan negeri-negeri Islam dari pendudukan dan pengaruh kaum kafir dalam segala aspek kehidupan, serta mengemban risalah Islam ke seluruh dunia.
>> Adakah yang memenuhi syarat tersebut?
Semua orang akan berkesimpulan sama: tak ada seorang di antara mereka yang berjanji akan menerapkan syariah, apalagi akan mengumumkan penegakan Khilafah.
>> Berarti tidak ada pilihan?
Secara tegas Hizbut Tahrir mengatakan bahwa secara syar’i tak boleh memilih siapa-pun dari mereka sebagai kepala negara. Memilih mereka, sementara mereka akan terus menja-lankan sistem sekular adalah tindakan haram.
Ini termasuk perkara yang jelas. Sebab, Allah SWT telah mengharamkan berhukum pada selain hukum-Nya. Dalam QS al-Maidah 45 dan 47, siapapun yang tidak berhukum dengan hukum-Nya adalah zalim dan fasik. Bahkan dalam ayat 44, pelakunya disebut sebagai kafir jika tidak mau berhukum dengan syariah-Nya karena ingkar dan menganggap syariah Islam tak layak diterapkan. Demikianlah penjelasan para ulama mu’tabar sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dan asy-Syaukani.
>> Apa yang akan dilakukan oleh Hizbut Tahrir pasca Pilpres?
Siapapun Presidennya tidak akan berpengaruh. Hizbut tahrir akan terus melanjutkan perjuangannya menegakkan Khilafah Rasyidah yang akan menerapkan Syariah Islam secara Kaffah. Dalam hal ini Hizbut Tahrir akan terus secara konsisten berpegang teguh kepada metode perjuangan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. hingga akhirnya Khilafah Rasyidah tegak menaungi kita semua.
>> Lalu apa seruan Hizbut Tahrir?
Kitamenyerukan agar umat menempuh langkah yang benar dengan mendeklarasikan Indonesia sebagai benih Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah kedua yang telah diberitakan Rasululllah saw.: Tsumma takûna Khilâfah ‘alâ minhâj nubuwwah.Artinya: kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.
Kita juga mengingatkan bahwa era Khilafah ar-Rasyidah itu telah dekat, insya Allah. Kaum Muslim di seluruh negeri mereka, khususnya di Indonesia, rindu untuk dihukumi dengan syariah Islam dan hidup dengan kehidupan yang islami di dalam naungan Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah. []
==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Jika Saudara/i ingin mengkaji Islam dan berdakwah bersama HIZBUT TAHRIR INDONESIA silahkan mengisi form yang kami sediakan di http://hizbut-tahrir.or.id/gabung/
Insya Allah, syabab Hizbut Tahrir di daerah terdekat akan segera menghubungi anda. (jika lebih dari 2 minggu, saudara/i bisa memberitahukan lewat pesan inbox)
==============================
Website : www.hizbut-tahrir.or.id
Youtube : http://www.youtube.com/htiinfokom
Facebook : https://www.facebook.com/Htiinfokom
Twitter : https://twitter.com/hizbuttahrirID
===============================

Rabu, 23 Juli 2014

jangan bawa2 agama ya bro

Gak Usah Bawa-bawa Agama

Bro: “Bray...”
Bray: “Naon bro?”
Bro: “Jangan bawa-bawa agama bray”
Bray: “Apanya?”
Bro: “Ya semuanyalah. Elu mah dikit-dikit bawa agama, dikit-dikit bawa agama, sampe-sampe urusan nyoblos aja masih aja bawa-bawa agama”
Bray: “Gitu ya bro?”
Bro: “Iya, ribet bray! Makanya udah gak usah bawa-bawa agamalah bray”
Bray: ”Ya udah sok atuh kasih tau ini Islam agama gw mesti dita...ro dimana?”
Bro: “Maksudnya?”
Bray: “Iya, tolong kasih tau gw, mesti ditaro mana ini Islam?
Bro: “Maksudnya gimana bray? Gw gak ngerti”
Bray: “Iya, kan lo suruh gw jgn bawa-bawa agama kan? Nah gw bingung bro. Kalo gw gak boleh bawa2 agama, Islam mesti gw taro mana? Soalnya Islam mengatur dari mulai gw bangun tidur sampai mau tidur lagi. Bangun tidur diatur, masuk kamar mandi diatur, berpakaian diatur, mau makan diatur, keluar rumah diatur, berpergian diatur, bertetangga diatur, berbisnis diatur, bahkan sampai urusan mau indehoy ama bini aja diatur. Bahkan lagi bro, sorry banget nih ya bro, urusan cebok aja ada aturannya! Yang lebih heran lagi bro, itu aturan malah sampe ada doanya segala bro. Bayangin, sampai semuanya ada doanya! Lengkap banget!
… hening …

Bray: “Makanya dalam semua urusan, akhirnya gw bawa-bawa Islam. Nah, kalau gw skrg gak boleh bawa-bawa agama, sok atuh kasih tau KAPAN dan DIMANA gw bisa lepasin Islam gw?”
Bro: “Errr... Gak gitu-gitu amat kali bray”
Bray: “Iya gw juga tadinya mikir gitu bro. Gak perlu gitu2 amatlah. Tapi lama2 gw perhatikan justru itulah bedanya Islam. Islam itu ya emang gitu bro. Gak cuma ritual yang diatur, tapi cara hidup. Islam memang hadir untuk mengatur hidup kite bro. Emang lo gak mau hidup lo jadi lebih bener bro?”
Bro: “Err ... mmmh .... Ya mau sih bray”
Bray: “Nah! Kalo gitu mesti mau dong diatur ama Islam. Kan lo udah syahadat?”
Bro: “Ya tapi gak usah jadi fanatik gitulah bray, serem dengernya”
Bray: “Harusnya gimana bro?
Bro: “Ya diem-diem ajalah. Masing-masing aja. Kan Allah lebih tau gimana gw ber-Islam. Iya kan?”
Bray: “Iya sih….”
Bro: “Nah iya kan?”
Bray: “ Tapi kebayang ya bro?”
Bro: “Kebayang apa bray?”
Bray: “Iya, kalo Islam memang hanya untuk diem-diem aja, untuk masing-masing pribadi aja, bukan untuk dishare ke orang lain, kira-kira bakal sampe gak ya hidayah Islam ke kita sekarang? Kalo dulu Nabi Muhammad ber-Islam sambil diem-diem aja, buat sendirian doang, bakal nyampe gak ya Islam ke kita bro?”
…. Hening lagi ….

Bro: “Bray …”
Bray: “Ya bro”
Bro: “Gw cabut dulu ya, kapan-kapan kita ngobrol lagi. Daaaah”
Bray: “Loh koq buru-buru bro? Ya udah hati-hati ya bro, Islamnya dibawa terus ya brooo ...” (sambil teriak)
Bro: …….. (gak ada respon, mungkin sudah kejauhan, tp mudah2an masih mau dengar)
sumber : Sujadi Abdillah